Hadi Purwanto, Ketua Umum Barracuda Indonesia: Umur Manusia Terbatas, Jadikan Kehidupan sebagai Ladang Berbuat Kebaikan

OPINI7 Dilihat

MOJOKERTO, GSN.com – 12/10/2026, Ketua Umum Barracuda Indonesia, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., mengungkapkan sebuah renungan tentang kehidupan manusia di dunia, keterbatasan usia, serta kematian yang menjadi pengingat bagi setiap insan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran.

Dalam pesannya, Hadi Purwanto mengajak masyarakat untuk merenungkan bahwa manusia hidup di dunia hanya sementara. Usia manusia dapat mencapai puluhan tahun, bahkan mendekati 100 tahun bagi sebagian orang. Namun, tidak seorang pun mengetahui secara pasti berapa lama dirinya akan menjalani kehidupan di dunia.

Menurut Hadi, kehidupan yang dinikmati manusia saat ini hendaknya tidak membuat seseorang lupa bahwa pada akhirnya setiap insan akan menghadapi kematian. Ketika ajal tiba, seluruh aktivitas duniawi akan ditinggalkan, sementara kehidupan setelah kematian menjadi bagian dari keyakinan yang patut direnungkan.

“Manusia hidup di dunia ini ada batasnya. Ada yang diberi umur panjang hingga mendekati 100 tahun, tetapi ada pula yang dipanggil lebih awal. Kita tidak pernah tahu kapan waktunya tiba,” ungkap Hadi Purwanto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari keberadaan makam dan orang-orang yang telah meninggal dunia. Menurutnya, kuburan menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya, sedangkan hari kebangkitan merupakan bagian dari keyakinan dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan datangnya hari kiamat.

Renungan tersebut, lanjutnya, hendaknya menjadi motivasi bagi setiap orang untuk memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan antarsesama, menghormati orang lain, serta tidak menyia-nyiakan waktu selama masih diberi kesempatan hidup.

Hidup Bukan Sekadar Menikmati Dunia

Hadi Purwanto menegaskan bahwa hidup bukan semata-mata tentang mengejar kekayaan, jabatan, maupun kedudukan. Lebih dari itu, kehidupan seharusnya diisi dengan perbuatan yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta menolong sesama tanpa membedakan status sosial maupun keadaan ekonomi.

“Selagi masih diberi umur dan kesempatan, berbuat baiklah sebisa mungkin. Jangan menunggu tua untuk berbuat kebaikan, jangan menunggu kaya untuk berbagi, dan jangan menunggu kehilangan untuk menyadari arti seseorang,” demikian pesan yang sejalan dengan renungan kehidupan tersebut.

Kisah dan pemikiran yang disampaikan Hadi Purwanto ini menjadi pengingat bahwa usia manusia tidak dapat dipastikan, sedangkan kesempatan untuk berbuat baik berlangsung selama kehidupan masih ada.

Pada akhirnya, manusia akan meninggalkan dunia dengan segala yang pernah dimilikinya. Karena itu, setiap langkah hendaknya dijalani dengan tanggung jawab, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan moralnya sederhana: hidup hanya sementara, kematian adalah pengingat, dan kebaikan yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi warisan berharga bagi orang-orang yang ditinggalkan.(reporter.jekyridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *