Malam Pentas Seni RT 05 Medokan Semampir, Saatnya Karang Taruna RW 08 Unjuk Gigi dan Mandiri

BERITA DAERAH13 Dilihat

SURABAYA, GSN.com –  Kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 begitu terasa di RT 05 RW 08, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, ratusan warga berkumpul dan melebur dalam kegembiraan malam pentas seni yang penuh warna. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian perlombaan yang telah sukses digelar sepanjang bulan Agustus.

Suasana malam itu terasa hangat sejak awal. Ketua Panitia HUT RI ke-81 RT 05, Ilham, membuka acara dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga dan donatur. Ia mengapresiasi gotong royong semua pihak yang membuat panggung hiburan ini berdiri megah.

Senada dengan Ilham, Ketua RT 05, Sukoco, dalam sambutannya mengajak warga yang hadir untuk memetik makna terdalam dari kemerdekaan. Menurutnya, berkumpulnya warga malam itu adalah bentuk penghormatan nyata atas jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan bangsa.

Suasana kampung semakin semarak ketika panggung hiburan mulai diisi oleh alunan tari remo, tarian dari anak-anak warga RT 05. Alunan malam pentas seni yang dinamis sukses menghidupkan atmosfer malam.

Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak larut dalam kegembiraan.

Namun, momen yang paling mencuri perhatian malam itu adalah saat Ketua RW 08, Juari, memberikan sambutannya. Di hadapan ratusan pasang mata, Juari memberikan suntikan motivasi sekaligus “lampu kuning” bagi Karang Taruna (Kartar) RW 08 agar bergerak lebih proaktif, kreatif, dan tidak pasif.

Juari mengungkapkan sebuah kabar penting mengenai dukungan finansial dari pemerintah. “Setiap bulan, Kartar RW mendapatkan dana dari pemerintah kota sebesar 5 juta rupiah. Sangat eman kalau dana ini tidak bisa kita akses dan manfaatkan dengan baik,” tegas Juari di atas panggung.

Menurut Juari, dana stimulus tersebut sengaja dikucurkan untuk melatih jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) para remaja kampung.

Harapannya, modal ini bisa menjadi bekal berharga bagi anak-anak muda, khususnya mereka yang setelah lulus sekolah tidak melanjutkan ke jenjang kuliah, agar bisa mandiri secara ekonomi melalui dunia usaha.Langkah nyata pun sudah mulai dirancang.

Juari membeberkan bahwa pihak pengurus RW bersama perwakilan Kartar seperti Mbak Via, Mas Tiara, Mbak Nadine, dan Mas Iwan telah sepakat untuk memulai proyek budidaya ikan menggunakan media terpal.

Lewat momen pentas seni ini, Juari mengimbau agar seluruh anggota Kartar RW 08 bahu-bahu membahu menyukseskan program tersebut.

Ia mengingatkan agar program produktif seperti ini tidak hanya dibebankan pada satu atau dua orang saja, melainkan dikerjakan bersama secara kompak. (*/Buana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *