Ketua Karang Taruna Samirejo Wonokoyo Tegaskan Peran Pemuda NU Jaga Nilai Keislaman dan Sosial Desa

OPINI138 Dilihat

Khoirul Anam, Ketua Karang Taruna Samirejo Desa Wonokoyo(foto: ist/GSN)

 

Pasuruan, GSN.com – Kiprah pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Wonokoyo terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga nilai keagamaan, sosial, dan persatuan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Khoirul Anam, Ketua Karang Taruna Samirejo Desa Wonokoyo, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda berpengaruh di wilayah tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan keagamaan yang berlangsung di kawasan religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, bertepatan dengan momentum peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Khoirul Anam menyampaikan bahwa pemuda NU memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi ahlussunnah wal jama’ah serta ketertiban sosial di tengah masyarakat desa.

“Pemuda NU tidak boleh hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus matang secara akhlak, pemikiran, dan kepedulian sosial. Inilah yang terus kami tanamkan di Wonokoyo,” ujar Khoirul Anam.
Ia menegaskan, Karang Taruna Samirejo selama ini aktif bersinergi dengan berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, pemerintah desa, hingga aparat keamanan, dalam menjaga kondusivitas desa serta membentengi generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.

Momentum 1 Abad NU ini, lanjutnya, menjadi pengingat penting bagi pemuda untuk melanjutkan perjuangan para ulama dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen NU dalam menjaga persatuan umat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khoirul Anam juga mengapresiasi perhatian berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian dan wakil rakyat, yang selama ini mendukung gerakan positif pemuda di tingkat desa.

“Kami siap mendukung program-program yang berpihak pada pembinaan generasi muda. Pemuda harus diberi ruang untuk berkontribusi, bukan hanya dijadikan objek,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-NU-an di usia satu abad, Karang Taruna Samirejo Desa Wonokoyo berkomitmen terus menjadi motor penggerak kegiatan sosial, keagamaan, dan kepemudaan demi terciptanya desa yang aman, religius, dan berdaya saing.(RIL/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *